Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 14 Juli 2012




Tugas Ujian Praktikum Manajemen Karir


Analisa Karir Seorang Dokter

            Menjadi dokter bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Hal ini hanyalah merupakan sebuah awal dari perjalanan karir. Sayangnya banyak calon dokter tidak menyadari hal ini sehingga mereka merasa bahwa tujuan akhir dari perjalanan karir mereka adalah ketika mereka memperoleh gelar dokter. Di sisi lain institusi pendidikan kedokteran tidak memberikan bekal yang cukup ataupun wawasan tentang karir dan pilihan yang bisa ditempuh setelah lulus menjadi dokter. Menjadi seorang dokter adalah menjalani dunia yang berbeda dibandingkan dengan menjadi mahasiswa kedokteran.
Menjadi dokter berarti bertanggungjawab terhadap profesi ini, tidak ada lagi yang membimbing, ataupun memberikan pilihan apa yang akan kita lakukan dalam karir ini. Seolah-olah fakultas cukup dengan meluluskan saja tapi tidak memberikan alternatif pilihan karir dan kita dipaksa untuk memilih sendiri apa yang akan kita pilih dengan pengetahuan yang minimal tentang pilihan itu sendiri. Indonesia masih sangat membutuhkan dokter-dokter yang berkompeten. Terutama di daerah pelosok yang jauh dari kebisingan kota. Segala pengabdiannya sangat diperlukan masyarakat luas. Mulai dari yang terkecil sampai yang bisa mehebohkan dunia dengan hasil penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran itu sendiri. Terkadang profesi sebagai dokter dipandang sebelah mata karena dianggap tugas seorang dokter selesai setalah pasien itu sembuh tetapi itu salah karena tanggung jawabnya bisa menciptakan kesehatan bagi masyarakat luas karena dengan kesehatan yang baik akan muncul semangat terus berusaha menjadi manusia yang jauh lebih bermutu.

Translate in English 

An Analysis of Physician Career

Being a doctor is not the end of a trip. This is only a beginning of his career. Unfortunately many prospective doctors are not aware of this so that they feel that the ultimate goal of their career is when they earn a medical degree. On the other side of medical education institutions do not provide enough stock or insight about careers and choices that can be taken after graduation to become a doctor. Being a doctor is undergoing a different world compared to a medical student.
            Being a doctor means responsible for this profession, no longer a guide, or provide a choice of what we will do in this career. As if the faculty enough to pass the course but did not provide an alternative career choice and we are forced to choose for themselves what will we choose a minimal knowledge about the choice itself. Indonesia is still in dire need of competent doctors. Especially in rural areas far from city noise. Everything is very necessary service to the public. Starting from the smallest to the world that can mehebohkan with the results of research and development of medical science itself. Profession as a doctor sometimes underestimated because it is the duty of a physician is completed After the patient was cured, but it's wrong because it could create a responsibility for public health because with good health will continue to try to appear human spirit far more qualified.
 

Nama                    : Kiki Yulistiawanti
NIM                     : 01210077                 
Fakultas               : Ekonomi Manajemen
Dosen                   : Hj.Iga Aju Nitya Dharmani ,S.ST,SE,ME




 


Selasa, 19 Juni 2012




ANALISIS PENGEMBANGAN KARIR PENGARUHNYA TERHADAP
KEPUASAN KERJA KARYAWAN
PADA KANTOR PUSAT PT. POS INDONESIA (PERSERO) BANDUNG
Oleh :
Nise Septyawati
Universitas Komputer Indonesia


ABSTRACT
Career development is a proses to increase individual skills in order to achive better career. And job satisfaction shows how far individual feels about the positive or negative of all factors and dimension from their task in their job. The purpose of this research is to understand career development, job satisfaction and examine the influence of career development to employees job satifaction at head office of PT POS Indonesia (Persero) Bandung.
The method used in this research is descriptive method using Quantitative approach. The population is 410, and the proportionate stratified random sampling is used as sampling technique in order to obtain 81 employees as sample. Interviews, observation, questionnaires, and documentation are used in collecting data. Analysis method is using Pearson correlation and coefficient of determination, as well as t test using SPSS 12.0 for windows.
The result of career development based on responden responses showed good result. There are some factors need to be improved such work performance, loyalty on organization, mentors and sponsor, support subordinate, opportunities for growth. Meanwhile, employees job satisfaction shows good result already from wage, job itself, co-workers, superior, promotion shows good result. The results shows strong relationship between career development and employees job saisfaction, with contributions about 78,9% and the rest, 21,1 %, will be affected by other factors, such as compensation, competence, appraisal work performance, incentive and etc.
Keywords : Career development, Employee’s job satisfaction

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Sumber Daya Manusia mempunyai peranan yang penting dan dominan didalam suatu perusahaan. Oleh karena itu tenaga kerja yang telah dimiliki perusahaan perlu dipelihara dan dikembangkan kualitasnya. Pada prinsipnya tujuan orang bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Setiap perusahaan atau organisasi melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu berusaha untuk mendapatkan keuntungan, tapi tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk mensejahterakan dan memajukan kemampuan karyawannya karena karyawan merupakan asset bagi perusahaan. Dan salah satu aktivitas perusahaan untuk memajukan kemampuan karyawannya adalah pengembangan karir karyawan
Pengembangan karir ditujukan agar karyawan mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dari kemampuan yang dimiliki sebelumnya sehingga dapat mengetahui fungsi dan peranan serta tanggung jawabnya didalam lingkungan kerja. Dengan pengembangan karir juga diharapkan dapat mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Perusahaan berusaha untuk menumbuhkan kepuasan kerja yang sehat dimana hak dan kewajiban karyawan diatur sedemikian rupa selaras dengan fungsi, peranan dan tanggung jawab karyawannya sehingga karyawan dapat berpartisipasi dalam perusahaan.
Kepuasan kerja merupakan hal yang penting dimiliki oleh setiap orang dalam bekerja. Tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan mempengaruhi seseorang dalam menyelesaikan pekerjaanya, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan baik Kepuasan kerja pada
dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual, setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan nilai yang berlaku dalam dirinya.
PT. POS INDONESIA (PERSERO) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan dan pengiriman terbesar di Indonesia. PT. POS INDONESIA (PERSERO) mempunyai tugas dan perhatian yang cukup besar dalam pengembangan karir yang sangat dibutuhkan karyawan karena dapat mampu meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Pengembangan karir PT. Pos Indonesia (Persero) salah satunya adalah melakukan penilaian prestasi kerja yang dilakukan setiap setahun sekali, namun berdasarkan wawancara dengan beberapa karyawan mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya belum optimal karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimana atasan seringkali membeda-bedakan karyawan dalam melakukan penilaian prestasi kerja sehingga karyawan malas bekerja dan kadang kala karyawan tidak mematuhi perintah atasan, hal ini menyebabkan kepuasan kerja karyawan menurun.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, penulis tertarik untuk menelaah secara lebih mendalam, pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan. Maka penulis mengambil judul “Analisis Pengembangan Karir Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung”.
1.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui ;
1. Pengembangan karir karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung
2. Kepuasan kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung
3. Besarnya pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung
1.3 Manfaat Penelitian
1. Bagi Perusahaan Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi dasar yang berhubungan dengan pengembangan karir dan kepuasan kerja karyawan
2. Diharapkan dapat mengembangkan dan menambah wawasan serta masukan informasi mengenai pengembangan karir dan kepuasan kerja karyawan
3. Diharapkan dapat digunakan sebagai informasi baik sebagai bahan pertimbangan, perbandingan, serta bahan bacaan dalam pembuatan peneliti lain yang ingin mengkaji dalam bidang yang sama yaitu pengembangan karir dan kepuasan kerja karyawan.

II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kerangka Pemikiran
Pengembangan karir sangat penting untuk suatu perusahaan, karena karir merupakan kebutuhan yang harus terus ditumbuhkan dalam diri seorang tenaga kerja, sehingga mampu mendorong kemauan kerjanya. Pengembangan karir harus dilakukan melalui penumbuhan kebutuhan karir tenaga kerja, menciptakan kondisi dan kesempatan pengembangan karir serta melakukan penyesuaian antara keduanya. Pengembangan karir juga sangat membantu karyawan dalam menganalisis kemauan dan minat mereka untuk tumbuh lebih dapat disesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan
Menurut Casio dalam buku Bambang Wahyudi (2002:162) mengatakan bahwa karir adalah ”Rangkaian promosi jabatan atau mutasi jabatan yang lebih tinggi dalam jenjang hirarki yang dialami oleh seorang karyawan selama masa kerjanya”.
Menurut Fubrin dalam buku Anwar Prabu Mangkunegara (2001:77) mendefinisikan ”Pengembangan karir adalah aktifitas kepegawaian yang membantu pegawai-pegawai merencanakan karir masa depan mereka di perusahaan agar perusahaan dan pegawai yang bersangkutan dapat mengembangkan diri secara maksimum”.
Menurut Sondang P. Siagiaan (2006:203) mengemukakan bahwa ”Pengembangan karir yaitu setiap karyawan harus mempunyai gambaran yang jelas tentang anak tangga tertinggi apa yang bisa dicapainya selama dia menampilkan kinerja yang memuaskan”.
Dari pendapat para ahli, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan karir adalah suatu proses rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan kerja individu karyawan untuk merencanakan karir dimasa sekarang dan masa depan.
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi Pengembangan Karir :
Menurut Sondang P. Siagian (2006:215) faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan karir seorang pegawai yaitu:
1. Prestasi kerja
Faktor paling penting untuk meningkatkan dan mengembangkan karir seorang karyawan adalah pada prestasi kerjanya dalam melakukan tugas yang di percayakan kepadanya. Tanpa prestasi kerja yang memuaskan, sukar bagi seorang pekerja untuk di usulkan oleh atasanya agar di pertimbangkan untuk di promosikan ke pekerjaan atau jabatan yang lebih tinggi dimasa depan.
2. Kesetiaan pada organisasi
Merupakan dedikasi seorang karyawan yang ingin terus berkarya dalam organisasi tempatnya bekerja untuk jangka waktu lama
3. Mentors dan Sponsor
Mentors adalah orang yang memberikan nasehat-nasehat atau saran-saran kepada karyawan dalam upaya mengembangkan karirnya. Sedangkan sponsor adalah seseorang di dalam perusahaan yang dapat menciptakan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan karirnya
4. Dukungan para bawahan
Merupakan dukungan yang diberikan para bawahan dalam bentuk mensukseskan tugas manajer yang bersangkutan kesempatan untuk bertumbuh
5. Kesempatan untuk bertumbuh
Merupakan kesempatan yang diberikan kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuannya, baik melalui pelatihan-pelatihan, kursus dan juga melanjutkan jenjang pendidikannya.
Setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempatnya bekerja. Kepuasan kerja akan mempengaruhi produktivitas yang sangat diharapkan manajer. Untuk itu, manajer perlu memahami apa yang harus dilakukan untuk menciptakan Kepuasan Kerja Karyawan
Menurut Marihot Tua Efendi Hariadja (2002:290) mengemukakan bahwa: ”Kepuasan Kerja merupakan sejauhmana individu merasakan secara positif atau negatif berbagai macam faktor atau dimensi dari tugas-tugas dalam pekerjaannya”.
Menurut Robbins (2003:78) yang dikutip oleh Wibowo (2007:299) mengemukakan bahwa:“Kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap pekerjaan seseorang, yang menunjukan perbedaan antara jumlah penghargaan yang diterima pekerja dan jumlah yang mereka yakini seharusnya mereka terima”.
Menurut Keith Davis (1985:96) yang dikutip oleh Anwar Prabu (2001:117) mengemukakan bahwa:”Kepuasan Kerja adalahsuatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya”
Ketiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Kepuasan Kerja adalah sesuatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang merupakan hasil dari karakteristiknya.
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja :
Menurut Marihot Tua Efendi (2002:291) faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan yaitu :
1. Gaji yaitu jumlah bayaran yang diterima seseorang sebagai akibat dari pelaksanaan kerja
2. Pekerjaan itu sendiri yaitu isi pekerjaan yang dilakukan seseorang
3. Rekan Sekerja yaitu teman-teman yang senantiasa berinteraksi dalam pelaksanaan pekerjaaan
4. Promosi yaitu kemungkinan seseorang dapat berkembang melalui kenaikan jabatan
5. Atasan yaitu seseorang yang senantiasa memberi perintah atau petunjuk dalam pelaksanaan kerja

Hubungan Pengembangan Karir terhadap Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja karyawan dalam suatu perusahaan memiliki andil yang cukup besar pada pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan yang telah ditetapkan. Kepuasan kerja yang tinggi diinginkan oleh para manajer karena dapat dikaitkan dengan hasil positif yang mereka harapkan. Kepuasan kerja yang tinggi merupakan suatu organisasi dikelola dengan baik dan pada dasarnya merupakan hasil manajemen perilaku yang efektif.
Dengan demikian suatu perusahaan atau organisasi dalam usaha pencapaian tujuannya harus bisa memperhatikan kepuasan kerja karyawannya yang meliputi harapan-harapan dan kebutuhan-kebutuhan. Apabila yang diharapkan karyawan dengan kenyataan hanya terdapat kesenjangan yang kecil berarti masih terdapat kepuasan dalam diri karyawan tersebut.
Menurut Veitzhal Rivai (2004:299) mengemukakan bahwa “ Pengembangan karir merupakan hal yang penting dimana manajemen dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan sikap karyawan terhadap pekerjaannya dan membangun kepuasan kerja yang lebih tinggi”.

2.2 Hipotesis
Hipotesis penulis dalam penelitian ini adalah :
“Pengembangan Karir berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada Kantor Pusat PT. POS INDONESIA (PERSERO) Bandung”.

III. OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data-data yang berkaitan dengan objek penelitian tersebut, yang berjudul “Analisis Pengembangan Karir Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung”.
3.2 Operasionalisasi Variabel
a. Variabel Bebas
Pengembangan Karir menurut Sondang P. Siagiaan, 2006:203 mengemukakan bahwa ”Pengembangan karir yaitu setiap karyawan harus mempunyai gambaran yang jelas tentang anak tangga tertinggi apa yang bisa dicapainya selama dia menampilkan kinerja yang memuaskan”.
b. Variabel Terikat
Kepuasan kerja menurut Marihot Tua Efendi Hariadja, 2002:290 mengemukakan bahwa: ”Kepuasan Kerja merupakan sejauhmana individu merasakan secara positif atau negatif berbagai macam faktor atau dimensi dari tugas-tugas dalam pekerjaannya”.
3.3 Metode Penentuan Data
a. Populasi
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung yang berjumlah 410 orang karyawan
b. Sampel
Sampel penelitian ini berjumlah 81 orang karyawan.
3.4 Metode Penarikan Sampel
a. Transformasi data melalui MSI (Method of Successive Interval)
Data yang diperoleh sebagai hasil penyebaran dari kuesioner bersifat ordinal, maka agar analisis dapat dilanjutkan maka skala pengukurannya harus dinaikkan ke skala pengukuran yang lebih
tinggi, yaitu skala pengukuran interval agar dapat diolah lebih lanjut. Untuk itu maka digunakan Method of Successive Interval (MSI)
Setelah dilakukan pengubahan bentuk skala dari ordinal ke interval, selanjutnya melakukan perhitungan-perhitungan dan analisis statistik
1. Uji Validitas
Validitas bertujuan untuk menguji sejauh mana alat ukur, dalam hal ini kuesioner mengukur apa yang hendak diukur atau sejauh mana alat ukur yang digunakan mengenai sasaran. Syarat minimum untuk dianggap memenuhi syarat adalah kalau r=0,3.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan selain itu reliabilitas menunjukan sejauh mana tingkat kekonsistenan pengukuran dari suatu responden ke responden yang lain atau dengan kata lain sejauh mana pertanyaan dapat dipahami sehingga tidak menyebabkan beda interprestasi dalam pemahaman pertanyaan tersebut. Penulis menggunakan program excel dalam tabulasi data dan memasukkan data tersebut ke dalam program SPSS 12.0 for windows.
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Analisis Kualitatif/Deskriptif
Dari perhitungan diperoleh bahwa jumlah skor total yang diperoleh dari hasil tanggapan responden terhadap pengembangan karir adalah sebesar 3260 dengan nilai skor presentase sebesar 80,5% dengan kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung dinilai baik. Sebagian besar responden setuju bahwa prestasi kerja, kesetiaan pada organisasi, mentors & sponsor, dukungan para bawahan dan kesempatan untuk maju dinilai baik.
Kemudian juga didapat bahwa jumlah skor total yang diperoleh dari hasil tanggapan responden terhadap kepuasan kerja karyawan adalah sebesar 3253 dengan nilai skor presentase sebesar 80,3% dengan kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap pengembangan karir PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung dinilai baik. Sebagian besar responden setuju bahwa gaji, pekerjaan itu sendiri, rekan sekerja, atasan dan promosi dinilai baik.
2. Analisis Kuantitatif
a) Analisis Regresi Linier Sederhana
Berdasarkan hasil persamaan regresi linier sederhana yang menggambarkan hubungan fungsional antara Pengembangan Karir (X) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y) sebagai berikut:
Y = 6,656+ 0,871 x
Nilai konstanta (a) sebesar 6,656 dapat diartikan saat besarnya Pengembangan karir pada perusahaan konstan atau sama dengan nol maka Kepuasan Kerja Karyawan bernilai 6,656%. Sedangkan tanda koefisien pada variabel bebasnya menggambarkan perubahan Kepuasan Kerja Karyawan yaitu apabila besarnya Pengembangan karir meningkat satu satuan dan faktor-faktor penyebab lainnya dianggap konstan atau sama dengan nol maka perubahan Kepuasan Kerja Karyawan perusahaan akan meningkat sebesar 0,871 satuan
b) Analisis Koefisian Korelasi Pearson
Langkah selanjutnya menghitung keeratan hubungan atau koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel Y yang dilakukan dengan cara menggunakan perhitungan analisis koefisien korelasi Product Moment Method atau dikenal dengan Pearson dengan bantuan SPSS 12.0 for windows.
c). Analisis Koefisian Determinasi
Koefisien determinasi diperoleh angka Kd = 78,9%. Kesimpulannya berarti pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan mempunyai pengaruh sebesar 78,9% sedangkan sisanya (21,1%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar pengembangan karir, yaitu kompensasi, kompetensi, penilaian prestasi kerja, insentif dan lain-lain.
d). Pengujian Hipotesis
Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 17,179 lebih besar dari ttabel = 1,990 atau Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh signifikan antara Pengembangan karir terhadap Kepuasan kerja karyawan pada PT. POS Indonesia (Persero) Bandung.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Pengembangan karir pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung yang dilihat dari 5 (lima) indikator yaitu prestasi kerja, kesetiaan pada organisasi, mentors dan sponsor, dukungan para bawahan dan kesempatan untuk bertumbuh. Dari ke lima indikator tersebut pada indikator mentors dan sponsor berada pada kategori sangat baik karena perusahaan dalam memberikan pelatihan masih berjalan dengan sangat baik sehingga karyawan merasa terpuaskan tetap secara rata-rata penilaian pengembangan kair karyawan berada pada kategori baik, hal ini berarti bahwa pengembangan karir bagi karyawan sudah ditetapkan dan terencana dengan baik oleh perusahaan
2. Kepuasan Kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung yang dilihat melalui 5 (lima) indikator yaitu gaji, pekerjaan itu sendiri, rekan sekerja, atasan dan promosi. Secara rata-rata penilaian kepuasan kerja karyawan berada pada kategori baik, hal ini berarti bahwa kepuasan kerja karyawan sudah memenuhi harapan karyawan
3. Pengembangan karir berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung. Perhitungan Korelasi Pearson diketahui Pengembangan karir berpengaruh terhadap Kepuasan kerja karyawan sebesar 0,888 menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat, dimana Pengembangan karir yang semakin baik akan meningkatkan Kepuasan kerja karyawan. Melalui nilai koefisien determinasi diketahui bahwa pengembangan karir memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 78,9% terhadap kepuasan kerja karyawan sedangkan sisanya 21,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar variabel pengembangan karir yang memungkinkan disebabkan oleh kompensasi, kompetensi, penilaian prestasi kerja, insentif dan lain-lain.

5.2 Saran
1. Pengembangan karir yang dilaksanakan oleh Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung dalam klasifikasi baik namun hubungan antara atasan dan bawahan perlu dibina kembali agar terjalin hubungan yang lebih harmonis antara atasan dan bawahan sehingga diharapkan bawahan dapat mendukung dalam pengembangan karir atasannya.
2. Kepuasan Kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung berdasarkan hasil penelitian dalam klasifikasi baik, dimana kepuasan kerja yang diberikan Perusahaan sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh karyawan tetapi untuk dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan yang yang lebih baik lagi dengan cara lebih meningkatkan hubungan kerjasama dengan rekan kerja.
3. Pengembangan karir berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung maka disarankan sebaiknya PT. POS Indonesia (Persero) Bandung lebih memperhatikan pengembangan karir sehingga akan tercipta kepuasan kerja karyawan yang lebih baik.

VI. Daftar Pustaka

A.A.Anwar Prabu Mangkunegara. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT.Remaja Rosda Karya, Bandung
Admin. 2009. Jurnal Sosiohumaniora Vol 8 No 2. Statistik Pekerjaan terhadap Kepuasan Kerja karyawan dan Komitmen Organisasi serta Produktivitas Karyawan. Http : ///Jurnal.dikti.go.id
Al Rasyid. 2004. Teknik Penarikan Sampel dan Penyusunan Skala Bahan Kuliah. Program Pascasarjana Unpad, Bandung
Ari Yustinus Hendro. 2004. Jurnal, Unika Atma Jaya). Pengaruh Pengembangan Karir dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT. GS Battery, Inc. Http : ///Jurnal.dikti.go.id
Chris Barker et al. 2002. Research Methods In Clinical Psychology. John Wiley & Sons Ltd, England
Hariadja Marihot Tua Efendi. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT.Bumi Aksara, Jakarta
Herlan Suherlan MM. 2008. Jurnal Pariwisata-STP Bandung. Pengaruh Program Pengembangan Karir dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Http : ///Jurnal.dikti.go.id
Husein Umar. 2004. Metodologi Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Alfabeta, Bandung
Ila Kholila. 2008. Jurnal Universitas Komputer Indonesia. Pengaruh Pengembangan karir Terhadap Kepuasan Kerja karyawan Pada PT. Bita Enarcon Engineering Bandung. Http : ///Jurnal.dikti.go.id
Muh. Nazir, Ph.D. 2009. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta
Robert L.Mathis & John H.Jackson. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Salemba Empat, Jakarta
Sondang P. Siagian. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara, Jakarta
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bandung
Supranto J. 2001. Statistik : Teori dan Aplikasi Jilid 2 Edisi 6. Erlangga, Jakarta
Umi Narimawati. 2007. Riset Manajemen Sumber Daya Manusia. Agung Media, Jakarta.
Veithzal Rivai,M.B.A. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta


Nama                    : Kiki Yulistiawanti
NIM                       : 01210077                 
Fakultas              : Ekonomi Manajemen
Dosen                   : Hj.Iga Aju Nitya Dharmani ,S.ST,SE,ME






Curriculum Vitae


Personal Details
            Full Name                   : Kiki Yulistiawanti
            Sex                              : Female
            Place, Date of Birth    : Surabaya, July 16,1990
            Nationality                  : Indonesian
            Marital Status              : 160 cm , 53 kg
            Height, Weight           : Perfect
            Health                         : Moslem
            Religion address         : Klampis Ngasem No.5B ,Surabaya
            Mobile                         : 0856 409876
            Phone                          : 031 5031234
            Email                           : kikiyulistiawanti@ymail.com
Educational Background
            1998-2003       : Menur Pumpungan Elementary School, Surabaya
            2004-2006       : Junior High School No.20, Surabaya
            2007-2009       : Senior High School No.30, Surabaya
           
Course & Education
2007-2010: Computer & Internet Course at Puskom Ganesha, Surabaya
Qualifications
·         Accounting & Administration Skills (Journal Printing & Calculation, Ledger, Petty Cash Payroll & Calculation, Inventory Controls, Project Data Updating, Teller, Salary Caldulation).
·         Adminitration System.
·         Computer Literate (MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access, MS Outlook).
·         Internet Literate.
Working Experience
            Working at PT.Podojoyo Masyhur, Surabaya
Period              : August 2009 – April 2012
            Purpose           : Permanently working
            Position           : Contract Staff
                        Job’s Description :
·         Project’s administration
·         Project’s data updating
·         Business correspondences
·         Appointment arrangement
·         Arranged of business trip schedule
·         Meeting budget arrangement
·         Procurement filling, inventory control, and administration asistant
·         Preparing for breakdown statement for the project, preparing intern finance circular correspondences, and preparing for the presentation and materials
·         Inventory Controller
·         Preparation of purchase requirement and purchase order
·         Invoice and payment arrangement
                                                                       
                                                                                    Surabaya, April 3, 2012
                                                                                        Kiki Yulistiawanti



JALUR KARIR


 Keterangan Jalur Karir Pribadi
 
Pada umur antara 20 sampai 25 tahun saya berkonsentrasi dengan pekerjaan saya sebagai operator staff dan terus menanjak menjadi admin staff.Dan pada umur 30 tahun saya berkarir sebagai sekretaris di kantor.Dengan maksud bisa menghadapi costumer dan klien dalam dunia usaha.Dan pada umur 35 tahun dengan pengalaman yang saya dapat saya berencana membuka toko pakaian dan terus berkembang pada umur 40tahun saya bisa mempunyai distro sebagai tempat saya berjualan pakaian.Dan terus belajar untuk menjadi desainer junior pada umur 50 tahun.Dan terus belajar untuk menjadi desainer senior dan profesional pada umur 60 tahun dan juga saya berkarir di dunia PNS sebagai tabungan masa depan.

VISI DAN MISI PRIBADI

Visi Pribadi
1.Bisa menjadi wirausaha handal 
2.Bisa sukses di dunia kerja sesuai dengan keahlian dan pengalaman 
3.Bisa membangun keluarga yang bisa mendukung untuk mencapai kesuksesan.

Misi Pribadi
1.Bisa lulus kuliah dengan nilai baik
2.Bisa mendapatkan kerja yang sesuai dengan minat dan bakat yang saya punyai
3.Bisa selalu memberikan yang terbaik untuk tempat saya bekerja dengan harapan bisa selalu sukses dimana pun saya bekerja




 TUGAS SISTEM KARIR
 

1.1 Pengembangan Karir
Berawal dari lulusan SMA Negeri di Surabaya membuat saya berpikir untuk melanjutkan ke bangku kuliah agar bisa menambah ilmu pengetahuan saya dan bisa mengarahkan saya untuk menentukan  pekerjaan yang akan saya pilih.Setelah lulus SMA saya mendapatkan pekerjaan  di sebuah perusahaan properti di Surabaya sebagai resepsionis.Saya mendapatkan  pekerjaan itu karena dari kakak saya yang sudah terlebih dahulu bekerja di perusahaan tersebut dengan bekerja sebagai legal.
Awal bekerja saya di ajarkan menerima telepon,menelepon,dan menyambungkan telepon.Tidak hanya itu aktifitas bekerja saya berhubung di dunia properti saya juga di ajarkan untuk menjelaskan spesifikasi perumahan yang ada di brosur perumahan yang di sediakan perusahan saya dan mempersilahkan user untuk bertanya mengenai info perumahan tersebut disamping itu saya biasanya ikut menjadi marketing untuk menawarkan perumahan  tersebut dengan bergabung di antara marketing yang lainnya.Suka dan duka sudah saya lalui dari yang mendapatkan user hingga tidak mendapatkan user yang membeli rumah.
Jenuh mulai terasa karena mengingat saya yang sudah bekerja selama dua tahun di perusahaan ini.Saya ingin memeningkatkan kemampuan bekerja oleh karena itu saya mau tidak mau harus keluar dari perusahaan ini dan mencari pekerjaan yang lebih baik di luar sana dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan saya.

2.1 Perencanaan Karir Hidup
     2.1  Meliputi tiga bagian yaitu :
     2.1.1 Pemahaman diri
Pemahaman diri saya adalah berbicara dengan orang lain karena sudah saya terapkan dengan bekerja sebagai marketing properti di perusahaan tempat saya bekerja.Namun selain itu saya ingin meningkatkan kemampuan saya ingin meningkatkan kemampuan saya dengan mencoba pekerjaan yang belum pernah saya dapatkan.
     2.1.2 Pemahaman lingkungan
· Peranan keluarga
Peranan keluarga bagi saya sangat penting karena selama ini keluargalah yang sangat membantu dan mendukung untuk saya dalam mendapatkan pekerjaan dengan di dorong usaha dan do’a orang tua akan lebih memudahkan saya untuk menjalani hidup ini.
· Informasi organisasi
Di perusahaan saya informasi tentang pengembangan karir di berikan secara langsung dan terbuka.Prosesnya pun di lakukan dengan baik semua di lihat dari kemampuan bekerja selama ini.
     2.1.3 Pemahaman Implementasi
· Keterampilan pengambilan keputusan
Dalam pengambilan keputusan saya termasuk orang yang mudah bimbang jadi saya sangat membutuhkan masukan dari orang lain dan pengalaman orang lain agar saya mudah untuk menentukan pekerjaan yang sesuai dengan diri saya.

3.1     Faktor-Faktor yang Terkandung
     3.1.1 Psikologis
Bila di lihat dari segi psikologis saya termasuk orang yang kurang percaya diri terutama di lingkungan yang baru dan situasi yang tekanannya terlalu tinggi tetapi rasa kurang percaya diri saya kurangi dengan sikap humoris dengan tujuan berusaha beradaptasi di lingkungan sekitar pekerjaan saya.
                   3.1.2 Sosiologis
Selalu berusaha beradaptasi untuk bisa berbaur dengan orang lain sehingga rasa kurang prcaya diri bisa berkurang dan juga bisa memberikan pandangan yang baru untuk pribadi saya dari hubungan saya dengan orang lain yang berasal dari pengalaman dan ilmu orang lain yang lebih sukses dengan tujuan bisa membangun pribadi yang sukses.
     3.1.3 Ekonomis,fisik,dan pendidikan
Dari segi ekonomis pekerjaan saya saat ini saya rasa kurang di karenakan saya mempunyai kewajiban membayar kuliah,membantu financial keluarga dan memenuhi kebutuhan saya pribadi.Untuk masalah fisik saya merasa sudah cukup karena saya mampu untuk untuk melakukan pekerjaan sehari-hari di kantor.Saya memilih bidang manajemen di bangku kuliah dengan tujuan memberikan pandangan dan ilmu di dunia marketing dan pemasaran sebagai modal untuk menjadi yang lebih baik sesuai bidang kerja yang saya geluti.
     3.1.4 Keberuntungan
Menurut saya factor keberuntungan adalah peluang dari suatu kerja keras untuk menjadi orang yang lebih baik dan disiplin dalam menggeluti suatu bidang yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman saya di bidang kerja.

4.1     Sistem yang saling Berhubungan
4.1.1 Individu
 ·     Kebutuhan
Kebutuhan saya adalah untuk dapat mengembangkan kemampuan saya agar bisa terus terasah semakin baik.
 ·     Tujuan
Tujuan saya adalah mendapatkan pekerjaan dan suasana kerja yang sesuai dengan keinginan saya dan untuk mensejahterahkan kehidupan saya.
 ·     Nilai
Nilai yang ingin saya terapkan dalam diri saya dan di lingkungan sekitar adalah selalu bersyukur,percaya diri,rendah hati,bersikap baik terhadap semua orang,dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk saya dan keluarga saya.

 4.1.2 Keluarga
Sebelumnya sudah saya bahas sedikit di atas tentang masalah keluarga.Saya di sini sebagai anak ketiga dari lima brsaudara meskipun sudah ada dua kakak saya yang mmbantu mengurangi beban financial keluarga sayapun juga turut membantu sedikit beban yang di tanggung oleh orang tua saya.
 4.1.3 Karir
 ·      Jalur Karir
Jalur karir yang saya minati adalah yang berhubungan dengan orang lain namun lebih banyak berkomunikasi via telepon di karenakan user yang akan membeli property terlebih dahulu menanyakan spesifikasi perumahan atau property yang akan dibeli oleh user dan terkadang bertatap muka langsung untuk menjaleskan dan menerangkan spesifikasi perumahan atau property yang akan dibeli oleh user.
 ·     Tugas dan tanggung jawab pekerjaan
Tugas yang saya lakukan sesuai intruksi yang diberikan oleh atasan saya dengan tujuan memberikan kontribusi untuk perusahaan lewat bidang marketing.Tanggung jawab yang harus saya selesaikan atau penuhi adalah meyakinkan calon pembeli bahwa property dan perumahan yang perusahaan jual mempunyai nilai lebih sehingga calon pembeli property dan perumahan yakin untuk membeli dan apabila calon pembeli itu berminat dan bersedia untuk membeli property atau perumahan tersebut itu sebagai bukti kontribusi untuk memajukan kemajuan perusahan.
 ·     Gaya dan jalur kerja
Berkelompok dan di berikan tanggung jawab serta kebebasan untuk meyakinkan calon pembeli dan berkelanjutan ke karyawan di bidang legal dan terkadang pula harus saya selesaikan sendiri terutama membantu menghubungkan karyawan dan user sesuai kebutuhan.
 ·     Peralihan kerja
Dapat dilaksanakan apabila dilluar wewenang tanggung jawab pekerjaan saya dan bisa dilimpahkan seandainya belum terselesaikan secara tuntas.
 ·     Pergantian pekerjaan
Bisa dilaksanakan sesuai kemampuan saya dan ada beberapa faktor dari perusahaan antara lain adanya system downgrade dan upgrade karyawan.


Nama                     : Kiki Yulistiawanti
NIM                      : 01210077                 
Fakultas                : Ekonomi Manajemen
Dosen                   : Hj.Iga Aju Nitya Dharmani ,S.ST,SE,ME